Home / Berita Satuan / Serap Gabah Petani, Pemerintah Bantu Alat Mesin Panen

Serap Gabah Petani, Pemerintah Bantu Alat Mesin Panen

Pemerintah Bantu 
Alat Mesin Panen
BLORA, – Gabungan Kelompok Tani
(Gapoktan) Ngalab Berkah Desa Jepangarejo Kecamatan Blora sedang panen raya
padi. Benih padi yang dipanen merupakan benih unggul bantuan pemerintah
sebanyak 2.625 kilogram kepada petani setempat yang terinci 2000 kg melalui
program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan 625 kg dari Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT).
Panen
raya disaksikan Camat Blora Drs. Kunto Aji, Kepala Distanbunnakikan Blora Ir.
Reni Miharti yang diwakili Kabid Tanaman Pangan, Ngaliman SP, Kepala UPTD
Distanbunnakikan Kecamatan Blora Sukaryo SP, Danramil 01/Kota Kapten Inf
Supartono, Kapolsek Kota AKP Sudarno.
“Kami
mendorong upaya serap gabah petani kepada Bulog. Tentu saja gabah hasil panen
yang ditanam petani. Hal yang terpenting adalah upaya mewujudkan program
nasional yaitu kedaulatan pangan,” ujar Kepala Distanbunnakikan Blora Ir. Reni
Miharti yang diwakili Kabid Tanaman Pangan, Ngaliman SP, di Jepangrejo, Rabu
(06/04).
Selain
menyaksikan panan raya petani di Jepangrejo, Camat dan Forkopimcam Blora,
Babinsa, Babinkabtibmas, POPT dan PPL ikut terjun melaksanakan panen padi di
lahan pertanian milik Sumarno.
Saat
ikut panen, Camat Blora Kunto Aji, Kapolsek Blora Kota AKP Sudarno Danramil
01/Kota Kapten Inf Supartono, Babinsa Koramil 01/Kota dan Babinkamtibmas Polsek
Kota bergiliran mempraktekan langsung mesin panen padi moderen  Mini Combine Harvester (MICO). 
“Kami
sangat mengapresiasi, bahwa dengan persatuan dan kerja sama ini kita dorong petani
untuk sukses, apalagi petani dikenalkan dengan alat moderen sehingga memudahkan
kinerja petani dan mempercepat tanam,” ujar Camat Blora Drs Kunto Aji.
Di
tempat yang sama Kepala UPTD Dintanbunnakikan Kecamatan Blora, Sukaryo, mengemukakan
luas lahan di Desa Jepangrejo seluas 185 hektar dari luas lahan  siap
panen se Kecamatan Blora seluas 2.873 ha.
Peningkatan
produksi padi untuk musim tanam bulan Oktober-Maret (MT I), dikarenakan petani
menggunakan benih unggul dengan penerapan sistem tanam jajar legowo.
“Peningkatan
produktifitas yang dicapai telah dibuktikan dengan hasil rata-rata umum sebesar
74 kw/ha. Sehingga ada peningkatan dari tahun sebeluimnya sebesar 12 kw/ha,”
jelas Sukaryo.
Lebih
lanjut dijelaskan, dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman para petani
melaksanakan secara swadaya dengan dipandu Petugas Organisme Pengganggu Tanaman
(POPT).
Sementara
itu POPT, Subiyono,SP mengatakan sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman,
antara lain petani diminta bisa melakukan pengendalian hama tanaman secara
masal dan swadaya.
Terpisah
Danramil 01/Kota Kapten Inf Supartono berharap para petani bisa bekerjasama dengan
Babinsa dan PPL sebagai pendamping dan penyuluh pertanian di lapangan,
koordinasikan bila ada suatu permasalahan terkait dengan peningkatan swasembada
pangan nasional dan Upsus (Upaya khusus) Pajale.
Kegiatan
panen raya di Jepangrejo, diawali dengan kenduri sederhana bersama sebagai
ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan panen. Kenduri dipimpin oleh
tokoh agama yang juga anggota Gapoktan setempat. (Pendim 0721/Blora)
   

 

Baca Juga

Pantau Aktifitas Mudik, Personel Koramil Jajaran Kodim 0721/Blora Lakukan Pengamanan

BLORA – Memasuki masa libur dan arus mudik, Kodim 0721/Blora bersinergi dengan Polres Blora dan …